Rabu, 11 Januari 2017

BITCOIN

BITCOIN

Bitcoin adalah sebuah uang elektronik yang di buat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dia rancang, dan juga menggunakan jaringan peer-ke-peer tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal di mana Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebuah mata uang yang terdesentralisasi . Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan mempercayai penerbit utama. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa bitcoin-bitcoin hanya dapat dihabiskan oleh orang memilikinya, dan tidak pernah boleh dilakukan lebih dari satu kali.
Desain dari Bitcoin memperbolehkan untuk kepemilikan tanpa identitas (anonymous) dan pemindahan kekayaan. Bitcoin - bitcoin dapat disimpan di komputer pribadi dalam sebuah format file wallet atau di simpan oleh sebuah servis wallet pihak ketiga, dan terlepas dari semua itu Bitcoin - bitcoin dapat di kirim lewat internet kepada siapapun yang mempunyai sebuah alamat Bitcoin. Topologi peer-to-peer bitcoin dan kurangnya administrasi tunggal membuatnya tidak mungkin untuk otoritas, pemerintahan apapun, untuk memanipulasi nilai dari bitcoin - bitcoin atau menyebabkan inflasi dengan memproduksi lebih banyak bitcoin.
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency, pertama kali di deskripsikan oleh Wei Dai pada tahun 1998 dalam milis cypherpunks

Transaksi

Bitcoin - bitcoin mengandung kunci publik (alamat) sang pemilik yang sekarang. Ketika pengguna A mengirim suatu nilai ke pengguna BA akan melepaskan nilai kepemilikan mereka dengan menambahkan kunci publik (alamat) B ke koin - koin tersebut dan menandatanganinya dengan kunci pribadi dia sendiri.[9] Kemudian dia akan menyiarkan bitcoin - bitcoin ini dalam sebuah pesan yang sesuai, atau disebut transaksi, di dalam jaringan peer-ke-peer. Sisa dari node - node jaringan menvalidasi tanda tangan kritografi dan jumlah dari transaksi sebelum menerimanya.

Biaya Transaksi

Dikarenakan node - node tidak mempunyai obligasi untuk menyertakan transaksi - transaksi dalam setiap blok yang mereka hasilkan, pengirim Bitcoin dapat juga secara sukarela membayar biaya transaksi. Dengan melakukan itu akan mempercepat transaksi tersebut dan menyediakan insentif untuk pengguna - pengguna yang menjalankan node, terutama ketika kesulitan dari menghasilkan bitcoin - bitcoin ditingkatkan atau hadiah dari setiap jumlah blok berkurang seiring waktu. Node - node mengumpulkan biaya transaksi yang dikaitkan dengan semua transaksi-transaksi yang dimasukkan dalam blok-kandidat mereka.
.

Kamis, 11 Agustus 2016

LEMBAGA SOSIAL


LEMBAGA SOSIAL (SOCIAL INSTITUTION)
merupakan sekumpulan norma yang tersusun secara sistematis yang dibentuk dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia yang bersifat khusus
berkaitan dengan aspek :
  • seperangkat norma yang saling berkaitan, bergantung dan mempengaruhi
  • seperangkat norma yang dapat dibentuk, diubah, dan dipertahankan sesuai dengan kebutuhan hidup
  • seperangkat norma yang mengatur hubungan antarwarga masyarakat agar dapat berjalan dengan tertib dan teratur

Proses Tumbuh Lembaga Sosial– Tidak Terencana
   lahir secara bertahap dalam masyarakat, karena dihadapkan masalah
   contoh : sistem barter yang disadari sudah tidak efisien
– Terencana
   melalui perencanaan matang oleh seseorang/kelompok yang memiliki kekuasaan dan wewenang
   contoh : lembaga transmigrasi dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa

Fungsi Lembaga Sosial– Fungsi Manifes (nyata)
   fungsi lembaga sosial yang disadari dan menjadi harapan banyak orang
   contoh : lembaga keluarga yang disadari sebagai tempat sosialisasi dan interaksi
– Fungsi Laten
   fungsi lembaga sosial yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan banyak orang
   contoh : perkawinan dijadikan sarana menutup rasa malu dari anggapan “tidak laku”

Karakteristik Lembaga Sosial– memiliki simbol sebagai ciri khusus/identitas
   contoh : lembaga keluarga dilambangkan dengan cincin kawin, lembaga hukum dilambangkan dengan “fair lady”, dsb
– memiliki tata tertib dan tradisi
   aturan tertulis/tidak tertulis yang dijadikan panutan bagi pengikutnya
   contoh : aturan dan keluarga untuk menghormati yang lebih tua
– usia lebih lama
   usia lembaga sosial lebih lama dari usia warga masyarakat dan lembaga sosial diwariskan dari generasi ke generasi
   contoh : dalam keluarga, sistem pertunangan atau pewarisan sudah ada sejak dahulu
– memiliki alat kelengkapan
   alat kelengkapan tertentu yang digunakan untuk mewujudkan tujuan lembaga sosial tersebut
   contoh : buku dalam lembaga pendidikan sebagai alat mencapai tujuan proses belajar mengajar
– memilki ideologi
   memiliki ideologi sendiri yang dianggap ideal
– memiliki tingkat kekebalan, tidak mudah hilang

Tipe-tipe Lembaga Sosial* menurut sudut perkembangan
   – Crescive Institution
      lembaga sosial secara tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat
      contoh : lembaga perkawinan, lembaga hak milik dan lembaga agama
   – Enacted Institution
      lembaga sosial sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu
      contoh : lembaga utang piutang, lembaga pendidikan
* menurut sudut sistem nilai yang diterima masyarakat
   – Basic Institution
      lembaga sosial penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib masyarakat
      contoh : keluarga, sekolah, negara
   – Subsidiary Institution
      lembaga sosial berkaitan dengan hal yang kurang penting seperti rekreasi
      contoh : mentraktir teman saat gajian/ulang tahun
* menurut sudut penerimaan masyarakat
   – Approved and Sanchioned Institution
      lembaga sosial yang diterima masyarakat
      contoh : lembaga sekolah, pasar tradisional dan perusahaan dagang
   – Unsactioned Institution
      lembaga sosial yang ditolak masyarakat
      contoh : sindikat kejahatan, pelacuran dan perjudian
* menurut sudut perkembangan
   – General Institution
      lembaga sosial dikenal sebagian besar masyarakat
      contoh : lembaga agama
   – Restructed Institution
      lembaga sosial hanya dikenal masyarakat tertentu
      contoh : lembaga agama islam, kristen, hindu dan budha
* menurut sudut fungsinya
   – Operative Institution
      lembaga sosial berfungsi menghimpun pola/cara untuk mencapai tujuan masyarakat yang bersangkutan
      contoh : lembaga industri, lembaga pertahanan
   – Regulative Institution
      lembaga sosial bertujuan mengawasi adat istiadat/tata kelakuan dalam masyarakat
      contoh : lembaga hukum (kejaksaan dan pengadilan)

Lembaga Keluarga


Keluarga adalah unit social yang terkecil dalam masyarakat dan juga institusi pertama yang dimasuki seorang manusia ketika dilahirkan.
Proses Terbentuknya Keluarga Pada umumnya keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat atau pemerintah dengan proses seperti dibawah ini :
  • Diawali dengan adanya interaksi antara pria dan wanita
  • Interaksi dilakukan berulang-ulang, lalu menjadi hubungan social yang lebih intim sehingga terjadi proses perkawinan.
  • Setelah terjadi perkawinan, terbentuklah keturunan , kemudian terbentuklah keluarga inti.

Lembaga Pendidikan


Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
  • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
  • Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.
  • Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
  • Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
  • Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
  • Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  • Menjamin integrasi sosial.
  • Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  • Sumber inovasi sosial.

Lembaga Ekonomi


Tujuan dan fungsi lembaga ekonomi
Pada hakekatnya tujuan yang hendak dicapai oleh lembaga ekonomi adalah terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat.
Fungsi dari lembaga ekonomi adalah:
  • Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
  • Memberikan pedoman untuk melakukan pertukaran barang/barter
  • Memberi pedoman tentang harga jual beli barang
  • Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja
  • Memberikan pedoman tentang cara pengupahan
  • Memberikan pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja
  • Memberi identitas bagi masyarakat

Lembaga Agama


Lembaga Agama adalah sistem keyakinan dan praktek keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan.
Fungsi Lembaga agama adalah:
  • Sebagai pedoman hidup
  • Sumber kebenaran
  • Pengatur tata cara hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan
  • Tuntutan prinsip benar dan salah
  • Pedoman pengungkapan perasaan kebersamaan di dalam agama diwajibkan berbuat baik terhadap sesama
  • Pedoman keyakinan manusia berbuat baik selalu disertai dengan keyakinan bahwa perbuatannya itu merupakan kewajiban dari Tuhan dan yakin bahwa perbuatannya itu akan mendapat pahala, walaupun perbuatannya sekecil apapun.
  • Pedoman keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup di dunia adalah ciptaan Tuhan semata
  • Pengungkapan estetika manusia cenderung menyukai keindahan karena keindahan merupakan bagian dari jiwa manusia
  • Pedoman untuk rekreasi dan hiburan. Dalam mencari kepuasan batin melalui rekreasi dan hiburan, tidak melanggar kaidah-kaidah agama

Lembaga Politik


Lembaga politik merupakan lembaga yang menangani masalah administrasi dan tata tertib umum demi tercapainya keamanan dan ketentraman masyarakat. Lembaga yang merupakan pembantunya adalah seperti sistem hukum dan perundang-undangan, kepolisian, angkatan bersenjata, kepegawaian, kepartaian, hubungan diplomatik. Bentuk pranata atau institusi politik yang mengkoordinasi segala kegiatan diatas disebut negara. Fungsi lembaga politik :
  • Pelembagaan norma melalui Undang-Undang yang disampaikan oleh badan-badan legislatif.
  • Melaksanakan Undang-Undang yang telah disetujui.
  • Menyelesaikan konflik yang terjadi di antara para warga masyarakat yang bersangkutan.
  • Menyelenggarakan pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan seterusnya.
  • Melindungi para warga masyarakat atau warga negara dari serangan bangsa lain.
  • Memelihara kesiapsiagaan/kewaspadaan menghadapi bahaya.

Lembaga Hukum


Fungsi hukum dalam perkembangan masyarakat dapat terdiri dari:
  • Sebagai alat pengatur tata tertib hubungan masyarakat: dalam arti, hukum berfungsi menunjukkan manusia mana yang baik, dan mana yang buruk, sehingga segala sesuatu dapat berjalan tertib dan teratur.
  • Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin: dikarenakan hukum memiliki sifata dan ciri-ciri yang telah disebutkan, maka hukum dapat memberi keadilan, dalam arti dapat menentukan siapa yang salah, dan siapa yang benar, dapat memaksa agar peraturan dapat ditaati dengan ancaman sanksi bagi pelanggarnya.
  • Sebagai sarana penggerak pembangunan: daya mengikat dan memaksa dari hukum dapat digunakan atau didayagunakan untuk menggerakkan pembangunan. Di sini hukum dijadikan alat untuk membawa masyarakat ke arah yang lebih maju.
  • Sebagai penentuan alokasi wewenang secara terperinci siapa yang boleh melakukan pelaksanaan (penegak) hukum, siapa yang harus menaatinya, siapa yang memilih sanksi yang tepat dan adil: seperti konsep hukum konstitusi negara.
  • Sebagai alat penyelesaian sengketa: seperti contoh persengekataan harta waris dapat segera selesai dengan ketetapan hukum waris yang sudah diatur dalam hukum perdata.
  • Memelihara kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan kondisi kehidupan yang berubah, yaitu dengan cara merumuskan kembali hubungan-hubungan esensial antara anggota-anggota masyarakat.

Lembaga Budaya.



Lembaga Kesehahatan








Senin, 08 Agustus 2016

MODERNISASI DAN GLOBALISASI

A. MODERNISASI
Modernisasi dalam ilmu sosial merujuk pada sebuah bentuk transformasi dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan akan tercapai kehidupan masyarakat yang lebih maju, berkembang, dan makmur.Diungkapkan pula modernisasi merupakan hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang sekarang ini. Tingkat teknologi dalam membangun modernisasi betul-betul dirasakan dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, dari kota metropolitan sampai ke desa-desa terpencil.


B. GLOBALISASI


Kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang berarti universal (mendunia). Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk interaksi yang lain.
Globalisasi memiliki banyak definisi, salah satunya seperti yang dikemukakan oleh Lodge (1991), mendefinisikan globalisasi sebagai suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia bisa menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun lingkungan. Dengan pengertian ini globalisasi dikatakan bahwa masyarakat dunia hidup dalam era dimana kehidupan mereka sangat ditentukan oleh proses-proses global.
C. GEJALA MODERNISASI DAN GLOBALISASI DI INDONESIA
1.     Bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kemajuan ilmu pengetahuan selalu diikuti dengan kemajuan teknologi. Hal ini terbukti dengan banyaknya penemuan dalam bidang teknologi guna memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
2.     Bidang ekonomi, tujuan modernisasi dibidang ekonomi yang dilakukan diberbagai negara didunia, khususnya di indonesia adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
3.     Bidang politik, modernisasi politik mengalami perkembangan pasang surut . perkembangan itu dimulai dengan bentuk demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, dan demokrasi pancasila.
4.     Bidang agama, masyarakat indonesia sering dikatakan dengan masyarakat yang religius karena warga masyarakatnya hidup dengan berpedoman pada kaidah-kaidah agama yang dijamin dan dikuatkan dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2 .

D. DAMPAK MODERNISASI DAN GLOBALISASI
Modernisasi sebenarnya identik dengan pembangunan. Pada dasarnya dampak negatif dari pembangunanterjadi karena ketidaksiapan masyarakat menghadapi perubahan-perubahan yang ditimbulkan oleh pembangunan tersebut.
1.     Urbanisasi
      Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari desa kekota atau dari pekerjaan pertanian didesa kepekerjaan industri dikota. Beberapa penyebab terjadinya urbanisasi adalah daya tarik dikota sebagai berikut:
a.     Daya tarik ekonomi
b.     Daya tarik sosial
c.     Daya tarik pendidikan
d.     Daya tarik budaya
            Dengan adanya urbanisasi penduduk kota semakin bertambah . dengan begitu , timbulah permasalahan baru baik dikota maupun didesa, antara lain sebagai berikut:
a.     Semakin berkurangnya penduduk desa
b.     Banyak sawah yang terbengkalai
c.     Hasil panen menurun
d.     Tingkat kesejahteraan masyarakat menurun
e.     Muncul pengangguran dikota
f.     Kriminalitas dan perilaku menyimpang lainnya meningkat dikota.
2.     Kesenjangan sosial ekonomi
      Secara etimologis kesenjangan berarti tidak seimbang , tidak simetris atau berbeda. Faktor yang menyebabkan kesenjangan antara lain sebagai berikut :
1.     Menurunnya pendapatan perkapita sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi tanpa diimbangi peningkatan produktivitas.
2.     Ketidak merataan pembangunan antar daerah sebagai akibat kebijakan politik dan kekurangsiapan SDM.
3.     Rendahnya mobilitas sosial sebagai akibat sikap mental tradisional yang kurang menyukai persaingan dan kurang usaha.
3.      pencemaran lingkungan alam
      masyarakat yang melakukan pembangunan harus memperhatikan kelestarian dan perbaikan lingkungan alamnya.
4.     Kriminalitas
      Salah satu dampak modernisasi adalah meningkatnya kriminalitas baik itu secara kualitas maupun kuantitas.
Modernisasi yang dilakukan oleh negara berkembang , seperti indonesia ini sering kali memunculkan masalah–masalah sosial sebagai berikut :
1.     Menipisnya rasa kekeluargaan
2.     Meningkatnya sikap individualistis
3.     Meningkatnya tingkat persaingan
4.     Meningkatnya pola hidup konsumtif
5.    Lunturnaya eksistensi jati diri bangsa
     Globalisasi yang ditandai dengan semakin kaburnya sekat-sekat antar negara tentu berdampak pada eksistensi jati diri bangsa iru sendiri . contoh sebagai berikut :
1.     Berkembangnya internet menyebabkan arus informasi dapat dinikmati oleh seluruh warga dunia dengan mudah tanpa dapat dikontrol oleh negaranya.
2.     Dibidang ekonomi , masuknya perusahaan-perusahaan multinasional telah mematikan perusahaan dan usaha-usaha masyarakat.

TANTANGAN MASA DEPAN BANGSA

   Ada berbagai macam reaksi masyarakat terhadap arus globalisasi dan modernisasi. Secara umum sebagai berikut :
1.     Robertson mencatat bahwa sebenarnya apa yang kita pilih dari hal-hal yang bersifat global hanyalah apa-apa yang menyenangkan kita dan kemudian mengubahnya sehingga hal tersebut beradaptasi dan sesuai dengan budaya dan kebutuhan lokal.
2.     Kita dapat mencampur unsur-unsur global  untuk menghasilkan penemuan baru dari hasil penggabungan itu.
3.     Komunikaasi global bahwa sekarang sulit bagi orang untuk tidak memikirkan dengan sungguh-sungguh  kejadian-kejadian didunia atau mengakui bahwa kita hidup ditengah-tengan dunia yang bercirikan “risiko”.
4.     Pengetahuan kita tentang hal-hal global dapat meningkatkan kesadaran dan kesetiaan kita terhadap hal-hal lokal.
5.     Beberapa kelompok religius dan etnik berusaha mencegah terjadinya globalisasi karna mereka mengartikan hal tersebut sebagai sebuah bentuk penjajahan barat dan sebagai satu serangan terhadap kemurnian budaya dan agama kepercayaan mereka.
    Sementara itu , berkaitan dengan pendapat beberapa kalangan tentang globalisasi sebagai sebuah bentuk penjajahan budaya , para transformasionalis memberikan kritik mereka dengan tiga pandangan sebagai berikut :
1.     Mereka membuat kesalahan dengan menganggap bahwa aliran budaya hanya satu dan berasal dari satu arah didunia barat menuju negara-negara berkembang.
2.     Seolah-olah ada anggapan bahwa masyarakat dinegara berkembang adalah konsumen yang bodoh.
3.     Pendapat tersebut merendahkan kekuatan budaya lokal.










Minggu, 31 Juli 2016

Perubahan Sosial

A.Pengertian Perubahan Sosial


Perubahan Sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat. Perubahan-perubahan masyarakat ini meliputi nilai-nilai sosial,  pola-pola perilaku, norma-norma sosial, lapisan-lapisan dalam masyarakat, susunan lembaga kemasyarakatan, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan lain sebagainya.



B.Pengertian Para Ahli


A. Kingsley Davis, Perubahan Sosial adalah suatu perubahan-perubahan yang terjadi di dalam strutur dan fungsi masyarakat. Contoh perubahan sosial menurut beliau : timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kepitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik.



B. GillinPengertian Perubahan Sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi atau penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
C. Samuel Koenig mengemukakan Pengertian Perubahan Sosial,Perubahan Sosial merupakan modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi ini terjadi karena faktor internal (dari dalam) maupun faktor eksternal (dari luar).
1.Contoh perubahan sosial karena faktor internal : suatu masyarakat yang dulu menggunakan sistem pertanian yang tradisional, namun karena keinginan untuk mendapatkan hasil panen yang lebih maksimal akhirnya merubah sistem pertanian tradisional menjadi sistem pertanian modern.
2.Contoh perubahan sosial karena faktor eksternal : Dahulu kala masyarakat daerah yang satu ingin berkomunikasi dengan masyarakat daerah lain dilakukan secara langsung yaitu saling bertemu, namun karena perkembangan teknologi yang semakin pesat, komunikasi yang dilakukan antar daerah dapat dilakukan melalui telepon tanpa harus bertemu secara langsung.
D. Selo Soemardjan, Perubahan Sosial adalah segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalmnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
E. MaclverPengertian Perubahan Sosial ialah perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap kesimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
F. William F. Ogburn mengemukakan ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan, baik itu yang berupa material maupun yang immaterial, dimana penekanannya pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.    

C. TEORI – TEORI TENTANG PERUBAHAN SOSIAL
1.       Teori Evolusi (Evolusi Theory)
Teori ini pada dasarnya berpijak pada perubahan yang memerlukan proses yang cukup panjang. Dalam proses tersebut. Terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Ada bermacam – macam teori tentang evolusi. Teori tersebut digolongkan ke dalam beberapa kaategori, yaitu unilinear theories of evolution, universe theories of evolution, dan multilined theories of evolution.

a.       Unilinear Theories of Evolution
Teori ini berpendapat bahwa manusia  dan masyarakat termasuk kebudayaan akan mengalami perkembanan sesuai dengan tahapan – tahapan  tertentu dari bentuk yang sederhana kebentuk yang komleks  dan akhirnya sempurna. Pelopor teori ini Auguste Comte dan Herbrt Spencer.

b.      Universal theories of evolution
Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap – tahap tertentu yang tetap. Kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi tertentu. Menurut Herbert Spencer, prinsip teori ini adalah masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen menjadi  kelompok yang heterogen.

c.       Multilinead Theories of Evolution
Teori ini lebih menekanankan pada penelitian terhadap tahap – tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya mengadakan penelitikan tentang perubahan system mata pencaharian dari system berburu ke system pertanian menetap dengan mengggunakan pemupukan dan pengairan.

Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, ada beberapa kelemahan dari Teory Evolusi yang perlu mendapat perhatian, di antara  adalah sebagai berikut.
Ø  Data yang menunjang penentuan tahapan – tahapan dalam masyarakat menjadi sebuah rangkaian tahapan seringkali tidak cermat.
Ø  Urutan –urutan dalam tahap – tahap perkembangan tidak sepenuhnya tegas, karena ada beberapa kelompok masyarakat yang mampu melampaui tahapan tertentu dan langsung menuju pada tahap yang justru berjalan mundur, tidak maju seperti yang diinginkan oleh teori ini.



2.       Teori Konflik
Pertentangan atau konflik bermula dari pertikaian kelas antara kelompok yang menguasai modal atau pemerintahan dengan kelompok yang tertindas secara materill, sehingga akan mengarah kepada perubahan sosial. Dua tokoh yang pemikirannya menjadi pedoman dalam teori  konflik ini adalah Karl Marx dan Ralf Dahrendorf.

Secara lebih rinci, pandangan Teori Konflik lebih menitikberatkan pada hal berikut ini.
a.       Setiap masyarakat terus – menerus berubah.
b.      Setiap komponen masyarakat biasanaya menunjang perubahan masyarakat.
c.       Setiap masyarakat biasanya berada dalam ketegangan dan konflik.
d.      Kestabilan sosial akan tergantung  pada tekanan terhadap golongan yang satu oleh yang lainnya.

3.       Teori Fungsionalis (Functionalist Theory)
Konsep yang berkembang dari teori ini adalah cultural lag (kesenjangan budaya). Menurut teori ini, beberapa unsur kebudyaan bisa saja berubah dengan sangat cepat sementara unsur lainnya tidak dapat mengikuti kecepapatan perubahan unsur tersebut. Maka yang terjadi  adalah ketertinggalan unsur yang berubah secara perlahan tersebut. Ketertinggalan ini menyebabkan kesenjangan sosial atau cultural lag. Tokoh dari teori ini adalah Wiliam Ogburn.

Secara lebih ringkas, pandangan teori ini fungsionalis adalah sebagai berikut.
a.       Setiap masyarakat relative bersifat stabil.
b.      Setiap komponen masyarakat biasanaya menunjang kestabilan masyarakat.
c.       Setiap masyarakat biasanaya relatif terintegrasi.
d.      Kestabilan sosial sangat tergantung pada kesepakatan bersama (consensus) dikalangan angggota kelompok masyarakat.

4.       Teori Siklis (Cyclical Theory)
Menurut teori ini kebangkitan dan kemunduran suatu kebudayaan atau kehidupan sosial merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari.

Sementara itu, beberapa  bentuk Teori Siklis adalah sebagai berikut.
a.       Teori Oswald Spenger (1880-1936)
Menurut teori ini, pertumbuhan manusia mengalami empat tahapan, yaitu anak – anak, remaja, dewasa, dan tua, pentahapan tersebut oleh Spengler digunakan untuk menjelaskan perkembangan masyarakat, bahwa setiap peradaban besar mengalami proses kelahiran, pertumbuhan, dan keruntuhan. Proses siklus ini memakan waktu sekitar seribu tahun.

b.      Teori Pitrim A. Sorokin (1889 – 1968)
Sorokin berpandangan bahwa semua peradaban besar berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir. Siklus tiga sistem kebudayaan ini adalah kebudayaan ideasional, idealistis, dan sensasi.
1)      Kebudayaan ideasional, yaitu kebudayaan yang didasari oleh nilai – nilai dan kepercayaan terhadap kekuatan supranatural.
2)      Kebudayaan idealistis, yaitu kebudayaan di mana kepercayaan terhadap unsur adikodrati (supranatural) dan rasional yang berdasarkan fakta bergabung dalam menciptapkan masyarakat  ideal.
3)      Kebudayaan sensasi, yaitu kebudayaan di mana sensasi merupakan tolak ukur dari kenyataan dan tujuan hidup.

5.       Teori Arnold Toynbee (1889 – 1975)
Toynbee menilai bahwa peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan, dan akhirnya kematian. Beberapa peradaban besar menurut Toynbee telah mangalami kepunahan kecuali peradaban Barat, yang dewasa ini beralih menuju ketahap kepunahannya. 

D.      
BENTUK – BENTUK PERUBAHAN SOSIAL
1.       Perubahan secara lambat dan secara cepat
Perubahan sosial yang berlangasung secara cepat disebut revolusi, sedangkan berlangsung secara lambat disebut evolusi
a.       Revolusi
Revolusi adalah bentuk perubahan yang direncanakan terlebih dahulu, tetapi bisa juga berlangsung tanpa direncanakan, revolusi industry di inggris memerlukan waktu sangat panjang untuk mengubah sstem kerja  dari manual menuju ke mekanik. Perubahan dianggap cepat karena menyangkut sendi – sendi kehidupan.
Gerakan reformasi mahasiswa yang berhasil menjatuhkan rezim orde baru di Indonesia merupakan salah satu contoh perubahan sosial  yang berlangsung sangat cepat yang mampu merubah sistem pemerintahan baru yang lebih demokratis.
b.      Evolusi
Evolusi merupakan bentuk perubahan yang berlangsung secara alamiah dan tidak direncanakan. Perubahan evolusi terjadi karena adanya usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan – keperluan, keadaan – keadaan dan kondisi – kondisi baru.

2.          Perubahan yang dikehendaki dan yang tidak dikehendaki
a.       Perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan (planed change)
Perubahan yang tidak direncanakan atau tidak dikehendaki antara lain: bentuk – bentuk perubahan pola prilaku yang merupakan dampak  negatif dari adanya perubahan sosial budaya. Missal kenakalan remaja merupakan perubahan sosial yang tidak direncanakan dan tidak dikehendaki, namun terjadi sebagai dampak modernisasi.
b.      Perubahan yang dikehendaki atau direncakanakan (uplaned change)
Program pembangunan yang dilaksanakan di Indonesia sejak masa orde baru merupakanbentuk perubahan sosial yang direncanakan atau dikehendaki.

E.      FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat adalah factor – factor dan ekstern yaitu sebagai berikut.
1.       Factor Intern
Ada beberapa factor yang bersumber dalam masyarakat itu sendiri yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial, yaitu perubahan penduduk, penemuan – penemuan baru, konflik dalam masyarakat dan pemberontakan.
a.       Perubahan penduduk
Perubahan penduduk berarti bertambah atau berkurangnya penduduk dalam suatu masyarakat hal itu bisa disebabkan  oleh adanaya kelahiran dan kematian, namun bisa karena adanya perpindahan penduduk, baik transmigrasi maupun urbanisasi.
Transmigrasi dan urbanisasi dapat mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk yang dituju, serta berkurangnya jumlah penduduk daerah yang ditinggalkan. Akibatnya terjadi perubahan dalam struktur masyarakat, seperti munculnya berbagai profesi dan kelas sosial.
b.      Penemuan – penemuan baru
Berbagai penemuan baru diciptakan oleh manusia untu membantu atau memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Penemuan baru yang menyebabkan perubahan pada masyarakat melalui proses discovery, invention, dan invention dan inovasi.
1)      Discovery, yaitu suatu penemuan unsur kebudayaan baru oleh individu atau kelompok dalam suatu masyarakat. Unsure baru itu dapat berupa alat – alat baru ataupun ide ide baru.
2)      Invention, yaitu bentuk pengembangan dari suatu discovery, sehingga penemuan baru itu mendapatkan bentuk yang dapat diterapkan atau difungsikan, discovery baru menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui, menerima, serta menerapkan penemuan baru ini dalam kehidupan nyata di masyarakat.
3)      Inovasi atau proses pembaruan, yaitu proses panjang yang meliputi suatu penemuan unsur baru serta jalannya unsur baru dari diterima, dipelajari, dan akhirnya dipakai oleh sebagian besar masyarakat.

c.       Konflik dalam Masyarakat
Suatu konflik yang baru disadari dapat memecahkan ikatan sosial biasanya akan diikuti dengan proses akomodasi yang justru akan menguatkan ikatan sosial tersebut. Apabila demikian, maka biasanya terbentuk keadaan yang berbeda dengan keadaan sebelu terjadi konflik .
Contohnya konflik antar teman disekolah. Konflik dapat merubah kepribadian orang – orang yang terlibat didalamnya, misalnya jadi murung, pendiam, tidak mau bergaul, dan lain – lain. Namun, apabila orang – orang yang terlibat konflik sadar akan hal itu, maka mereka akan berusaha untuk memperbaiki keadaan itu agar lebih baik dari sebelumnya.

d.      Pemberontakan (Revolusi) dalam Tubuh Masyarakat
Revolusi di Indonesia pada 17 Agustus 1945 mengubah struktur pemerintahan colonial menjadi pemerintahan nasional. Hal itu diikuti dengan berbagai perubahanmulai dari lembaga, sistem politik, dan sebagainya.

2.       Faktor ekstern
a.       Factor Alam yang Ada di Sekitar Masyarakat Berubah
Alam mempunyai makna yang sangat penting bagi kehidupan. Tidak  jarang tindakan manusia justru mengakibatkan munculnya kerusakan alam. Misalnya tindakan manusia menebang hutan secara liar. Tindakan tersebut dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor pada musim penghujan karena terjadinya pengikisan tanah oleh air hujan (erosi) akibatnya banyak masyarakat yang kehilangan  tempat tinggal, keluarga, dan sarana umum lainnya.

b.      Peperangan
Peperangan yang terjadi antara Negara yang satu dengan Negara yang lain dapat menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat mendasar, baik seluruh wujud budaya (system budaya, system sosial, dan unsur – unsur budaya fisik) maupun seluruh unsure budaya (system pengetahuan. Teknologi, ekonomi, bahasa, kesenian, system religi, dan kemasyarakatan). Umumnya terjadi dinegara yang kalah perang karena biasanaya Negara menang cenderung untuk meamaksa nilai – nilai, budaya, cara – cara, dan lembaga kemasyarakatan kepada Negara tersebut.

c.       Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
1)      Apabila terjadi hubungan primer, maka akan terjadi pengaruh timbal balik. Disamping dipengaruhi, suatu masyarakat akan memengaruhi masyarakat lain.
2)      Apabila kontak kebudayaan terjadi  melalui sarana komunikasi masa seperti radio, televisi, majalah atau surat kabar. Dalam hal ini pengaruh kebudayaan hanya terjadi sepihak, yaitu pengaruh dari masyarakat yang mengauasai sarana komunikasi masa tersebut.
3)      Apabila dua masyarakat yang mengalami kontak kebudayaan mempunyai taraf kebudayaan yang sama, terkadang yang terjadi justru cultural animosity, yaitu keadaan di mana dua masyarakat yang meskipun berkebudayaan berbeda dan saling hidup berdampingan itu saling menolak pengaruh kebudayaan satu terhadap yang lain. Biasanaya terjadi antara dua masyarakat yang pada masa lalu nya mempunyai konflik fisik ataupun nonfisik.
4)      Apabila  dua kebudayaan bertemu salah satunya mempunyai taraf yang lebih tinggi, maka yang terjadi adalah proses imitasi (peniruan) unsur – unsur kebudayaan masyarakat yang telah maju oleh kebudayaan yang masih rendah.